5 Cara Menangani Depresi Postpartum

Bagikan :

depresi postpartum, cara mengatasi depresi postpartum, depresi setelah melahirkan, depresi pasca melahirkan

5 Cara Menangani Depresi PostpartumAda jutaan wanita di seluruh dunia yang menderita depresi postpartum. Banyak juga wanita Indonesia bahkan belum tahu, jadi mereka membiarkan penderitaannya sendiri tanpa bisa menjelaskan apa yang sebenarnya sedang mereka alami. Jika Anda belum tahu apa itu depresi postpartum, yaitu suatu kondisi depresi berat (putus asa, gelisah, rasa bersalah) yang terjadi 7 hari setelah melahirkan dan berlangsung selama 30 hari, bahkan sampai 1 tahun kedepan. Sebagian besar penyebab depresi postpartum yang sering dialami setelah melahirkan, telah mengalami keguguran, atau lahir mati. Namun, depresi postpartum adalah penyakit yang nyata, seperti bentuk penyakit mental lain. Saat ini, informasi mengenai depresi pasca melahirkan lebih mudah didapat, sehingga dengan pendidikan yang tepat, dukungan keluarga, dan perawatan kesehatan, kondisi ini bisa diobati. Anda mampu mengendalikannya dengan melakukan beberapa perubahan gaya hidup, Tulisanwanita.com menuliskan beberapa cara agar segera keluar dari depresi postpartum.

1. Perawatan diri
Jika Anda tidak memiliki sistem dukungan yang baik, maka Anda harus memiliki inisiatif untuk segera mengatasi masalah ini di tangan Anda sendiri. Lakukan hal-hal yang akan membuat Anda santai. Anda bisa memanjakan diri dengan mandi air panas, membaca sebuah buku yang selalu Anda baca untuk bersantai, atau mendengarkan musik terapi untuk menenangkan pikiran. Anda bisa juga pergi jalan-jalan jika hal itu memang akan membuat diri Anda benar-benar santai, setelah merawat bayi Anda. Jika Anda menderita depresi postpartum, Anda harus memprioritaskan diri Anda terlebih dahulu, karena Anda tidak bisa menangani bayi Anda dengan baik jika pikiran Anda kacau. Buatlah pikiran Anda sesantai mungkin.

2. Berinteraksi dengan orang-orang
Kelilingi diri Anda dengan orang-orang sebanyak yang Anda bisa. Bisa orang tua Anda, teman Anda atau suami Anda. Pergilah dengan suami Anda, dan bersantailah untuk sementara. Lepaskan penat di pikiran Anda, titipkanlah bayi Anda pada orangtua/mertua Anda. Anda boleh pergi berbelanja dengan teman, atau sekedar ngobrol santai ditemani secangkir kopi dengan rekan-rekan Anda.


3. Kelompok dukungan
Carilah kelompok pendukung baik di lingkungan Anda atau di rumah sakit Anda. Biasanya rumah sakit akan memiliki informasi tentang kelompok pendukung dan bisa dijadikan sumber rujukan untuk menerima bimbingan.

4. Pergi ke terapis
Jika Anda berpikir tidak bisa menangani masalah sendirian, atau jika orang-orang di sekitar Anda benar-benar tidak bisa membantu apa yang Anda alami, maka Anda harus segera pergi mencari seorang terapis berlisensi yang dapat mengarahkan Anda ke arah yang benar. Sama seperti kelompok pendukung masalah Anda, maka Anda harus benar-benar terbuka mengutarakan semua tentang perasaan Anda jika Anda ingin mendapatkan bantuan yang tepat.

5. Olahraga
Meskipun olahraga adalah hal terakhir yang ada di pikiran Anda setelah memiliki bayi, Anda harus melakukannya. Olahraga teratur membantu melepaskan banyak hormon baik yang membuat Anda merasa segar dan santai. Bergabunglah dengan klub olahraga, ke gym, atau ikut kursus yoga. Selain itu, Anda memiliki keuntungan tambahan juga karena bertemu orang-orang baru.

Loading...
Bagikan :

You may also like...