5 Cara Menghadapi Orangtua Overprotektif Tanpa Menyakiti Perasaannya

orang tua yang terlalu protektif, orang tua yang terlalu protektif dari orang dewasa, tanda-tanda orang tua yang terlalu protektif, efek orang tua yang terlalu protektif, berurusan dengan orang tua yang terlalu protektif, efek orang tua yang terlalu protektif pada anak, orang tua yang terlalu protektif berusia 20-an, orang tua yang terlalu protektif dan kecemasan

Daddy’s little girl, tampaknya masih melekat kuat pada diri kita. Meski sudah menginjak kepala dua dan memiliki pendapatan sendiri, ayah dan ibu tetap saja menganggap kita masih seperti anak kecil. Jangankan menginap di rumah teman, sering lembur dan pulang melebihi jam 8 saja selalu ditelepon! Hmm… apa mereka nggak percaya kita bisa menjaga diri?


Kita sebenarnya tahu bahwa sikap khawatir tersebut merupakan bentuk rasa sayang orangtua pada anaknya. Mereka tentu nggak mau kalau terjadi hal buruk menimpa kita. Selagi bisa dicegah, keduanya akan berusaha untuk melarang kita untuk melakukan hal yang dianggap berbahaya. Tapi kalau terlalu berlebihan, kita juga akan pusing sendiri menghadapinya. Nah, biar sama-sama mengerti, kamu bisa melakukan hal ini, lho!

1. Bicara dan diskusikan bersama
Orangtua, terkadang nggak sadar bersikap protektif berlebihan. Bagaimanapun juga, rasa sayang yang berlebihan bisa membawa dampak buruk bagimu. Biar nggak terus berlanjut, kamu pun harus berani untuk mengungkapkannya. Cari waktu yang tepat saat senggang agar nggak memicu emosi keduanya.


Kamu bisa mengajak keduanya ngobrol bersama saat makan malam dan minta mereka untuk memahami keadaanmu. Pada saat ini, kamu juga perlu mendengar alasan mereka dan menjelaskan apa yang kamu inginkan. Kamu bisa meminta jam malam khusus akhir pekan, atau meminta keduanya tidak menelepon hingga belasan kali saat hari masih sore.

2. Bersikap terbuka
Ayah dan ibu mungkin saja bertanya-tanya tentang kegiatanmu sehari-hari. Semakin banyak ditutupi, mereka justru akan semakin banyak bertanya padamu. Wajar saja, mereka tentu nggak mau kamu terjerumus dalam pergaulan yang salah. Daripada semakin jengah ditanya terus menerus, ada baiknya kamu menceritakan atau bahkan mengajak mereka untuk ikut kegiatanmu.

Baca juga :  8 Hal yang Perlu Anda Ketahui Jika Ingin Menjadi Sukses


Sekali-kali, minta diantar saat pergi, menonton pertandinganmu, atau bahkan makan siang bersama bisa menjadi cara untuk membuat mereka percaya padamu. Jangan lupa juga, kenalkan semua teman-temanmu saat berkunjung ke rumah agar mereka tahu siapa yang dapat dihubungi saat kamu nggak memberi kabar!

3. Jangan menyalahkan orang lain
Gimana mereka nggak bersikap protektif kalau kamu sendiri masih suka menyalahkan lingkungan dan orang lain saat melakukan kesalahan? Sikap kekanak-kanakan seperti ini, membuat kedua orangtuamu semakin yakin bahwa kamu belum siap untuk diberi kepercayaan. Coba deh intropeksi cara kamu menghadapi sesuatu. Jangan-jangan, memang belum waktunya kamu untuk diberi kebebasan?


Terkadang, banyak hal yang terjadi memang karena di luar kendali kita. Namun meninggalkan goresan di mobil, menghilangkan gadget berkali-kali, atau meninggalkan kamar dalam keadaan berantakan karena terburu-buru masih menunjukan sisi kekanakanmu!

4. Buktikan dengan rasa tanggung jawab
Seperti pebisnis yang dilihat setelah berhasil, kamu pun harus membuktikan kepada orangtua bahwa kamu bisa mandiri. Nggak mengeluh dan mencari mereka hanya saat menghadapi kesulitan, tetap berprestasi di tengah kesibukanmu dan menjaga nama baik keduanya menjadi syarat mutlak untuk mendapat kepercayaannya. Bila kamu berhasil melakukannya, otomatis kedua orangtuamu akan memberi kebebasan lebih. Sebenarnya, mereka juga bangga saat kamu berhasil meraih keberhasilan dengan tanganmu sendiri!

5. Buat persetujuan
Sudah melakukan semua hal tersebut tapi orang tua masih protektif berlebihan? Coba deh minta mereka untuk membuat aturan yang menguntungkan kedua belah pihak. Misalnya saja menetapkan jam malam, berapa kali maksimal orangtuamu boleh menelepon, atau hari bebasmu untuk pergi keluar bersama teman-teman. Bicarakan dengan baik-baik dan sampaikan bahwa kamu juga perlu belajar mandiri tanpa bayang-bayang orang tua setiap hari!

Baca juga :  7 Hal Yang Harus Kamu Perhatikan Ketika Mendekati Usia 30 Tahun

You may also like...