5 Tanda yang Menunjukkan Sikap Terlalu Mengatur

Bagikan :

sikap suka mengatur, tanda sifat suka mengatur
5 Tanda yang Menunjukkan Sikap Terlalu MengaturOrang yang suka mengatur merasa perlu terus-menerus untuk mendominasi orang lain. Kadang-kadang perilaku mereka dapat mempermalukan dan merugikan orang lain. Namun, itu semua bukanlah sifat yang tidak dapat Anda ubah. Setelah Anda dapat merefleksikan perilaku Anda, maka semuanya akan kembali menjadi lebih akomodatif. Langkah pertama dalam melakukan perubahan ini dimulai dengan kesadaran penuh. Tulisanwanita.com menuliskan 5 tanda-tanda yang menunjukkan bahwa Anda terlalu mengatur.

1. Mengabaikan pandangan dan pendapat orang lain
Jika Anda memiliki kebiasaan suka mengatur, karakteristik ini akan terbawa dalam bentuk interaksi baik secara tingkat personal maupun profesional. Perilaku semacam ini bisa memiliki konsekuensi serius. Anda akan merasa sulit menyesuaikan diri dengan rekan dan bekerja pada sebuah proyek sebagai sebuah tim solid, Anda mungkin kesulitan dalam mengambil keputusan terbaik dengan orang tua, anak-anak Anda atau bahkan saudara. Akibatnya, Anda secara perlahan mulai kehilangan rasa hormat dari orang-orang terdekat dan sayang kepada Anda selama ini.

2. Menumbuhkan sikap kebencian
Orang yang suka mengatur tidak bisa membiarkan orang di sekitarnya membuat keputusan. Apakah orang-orang melakukan semua hal tanpa meminta saran atau pendapat Anda akhir-akhir ini? Bagaimana reaksi Anda ketika orang-orang di sekitar Anda bertindak sembunyi-sembunyi seperti membeli sesuatu tanpa sepengetahuan Anda atau mengunjungi seseorang tanpa memberitahu Anda, dan bagaimana Anda menanggapinya? Apakah Anda lantas menyalahkan mereka? Jika Anda memperlakukan orang di sekitar Anda seperti boneka dan mengatur kehidupan mereka, maka perilaku Anda berakibat seperti yang Anda lihat.


3. Ketidakmampuan bekerja sebagai bawahan
Apakah Anda bekerja sebagai profesional dan memiliki atasan otoriter? Seorang figur otoritatif selalu memberi aturan ketat apa yang harus dilakukan dan bagaimana melakukannya dengan sempurna. Anda tidak diberi kesempatan untuk berdebat atau protes karena bisa mempengaruhi kinerja dan menempatkan karir Anda pada risiko pemecatan. Karena kebiasaan suka mengatur, Anda mencoba “mengatur” atasan dengan menawarkan saran, tetapi terkadang saran Anda tidak didengar atasan Anda. Jelas Anda merasa gelisah, marah, dan frustasi jika dihadapkan pada situasi seperti ini, bukan?

4. Menanamkan rasa takut dan kecemasan
Sifat mengatur Anda secara serius dapat mempengaruhi hubungan pribadi Anda. Keluarga Anda terlihat terus-menerus takut dan cemas jika berada di hadapan Anda, dengan selalu diliputi perasaan jika mereka tidak bisa melakukan sesuai keinginan Anda, maka Anda akan bereaksi berlebihan.

5. Gagalnya hubungan
Apakah hubungan Anda berada di ambang kehancuran? Sifat suka mengatur secara otomatis sudah mengendalikan ego Anda. Sebuah hubungan adalah ikatan yang seimbang. Apakah Anda terus mengulangi konfrontasi dan perkelahian hanya karena pasangan tidak “mendengarkan” Anda? Kegagalan dalam mempertahankan hubungan merupakan indikasi bahwa Anda memiliki sikap terlalu mengontrol. Itu tidak hanya menyakiti diri Anda sendiri, tetapi juga orang-orang di sekitar Anda.

Bagikan :

You may also like...