6 Cara Agar Anak Menghargai Orangtua

Bagikan :

anak patuh kepada orangtua, anak menghargai kepada orangtua, anak menurut kepada orangtua
6 Cara Agar Anak Menghargai OrangtuaMemiliki keluarga kecil yang sempurna tidak akan pernah terwujud sampai Anda memiliki rasa hormat dari anak-anak Anda. Mendidik anak agar tumbuh menjadi seseorang yang menghargai orangtuanya tidak berarti harus dilakukan dengan kekerasan, apalagi memaksa mereka untuk menghormati Anda, yang terpenting adalah konsisten yang dibangun atas dasar saling pengertian, kasih sayang, dan memberi teladan baik. Buat anak bertanggung jawab dengan apa yang dimilikinya dan apa yang telah diperbuatnya. Dengan begini mereka akan mampu memelihara apa yang mereka miliki. Tulisanwanita.com menuliskan beberapa cara untuk mendapatkan rasa hormat anak-anak Anda.

1. Beri pujian atas prestasinya
Pujian yang sangat sederhana saja sudah mampu membuat anak merasa dihargai atas segala usahanya. Jadi tidak ada salahnya Anda membesarkan hati anak jika mereka benar-benar melakukan hal yang baik. Tapi jangan terlalu sering juga memberinya pujian, beri pujian pada anak ketika mencapai sesuatu yang sifatnya membutuhkan kerja keras dan perjuangan.

2. Tidak perlu menghardik
Ketika Anda membutuhkan bantuan anak-anak atau sewaktu Anda hendak memberikan perintah kepada buah hati, hendaknya tidak perlu berteriak atau menggerutu. Selain tidak akan menyelesaikan masalah, cara ini tidak akan membuat anak Anda segera menghampiri dan melakukan perintah yang Anda berikan. Sebaliknya, mereka malah akan terkejut, takut, dan bahkan kesal dengan tidak mau menghampiri atau bahkan berpura-pura tidak mendengar. Anda tentu tidak ingin jika hal ini terjadi bukan? Nah, untuk itulah sebuah teriakan bukanlah cara yang baik dalam mendidik anak.

Ada baiknya ketika Anda membutuhkan mereka atau menyuruh, segera hampiri atau mendekati saat mereka bermain diluar. Katakan jika Anda membutuhkan mereka dirumah. Ingatlah jaga citra anak-anak dihadapan teman mereka, jangan sampai Anda memberikan perintah atau meneriaki anak-anak didepan teman-temanya. Hal ini akan membuat mereka malu dan jengkel pada Anda. Ketika anak jengkel, maka bisa ditebak hal lain yang akan terjadi adalah pertengkaran dengan anak yang malah akan memperburuk suasana.

3. Jadilah fleksibel
Meski Anda menyuruh atau pada saat Anda benar-benar membutuhkan mereka, ini bukan berarti Anda harus mengabaikan mereka dan tidak mendengarkan keluhannya. Perilaku anak-anak yang menolak atau tidak mengabulkan perintah Anda bisa dilatarbelakangi karena mereka capek sepulang sekolah, tidak enak hati dengan lingkungannya atau merasa tidak enak badan. Untuk itu, sebaiknya maklumi dan berikan perintah sesuai dengan kapasitas anak.

4. Mengertilah situasi dan kondisi mereka
Sewaktu Anda menyuruh dan mereka terlihat malas melakukannya, jangan terlalu dini menghakimi bahwa anak Anda malas dan sulit diberikan perintah. Kondisikan terlebih dahulu dengan waktu anak, apakah kala itu Anda memberikan perintah saat anak baru saja pulang sekolah, pulang les atau saat anak lelah pulang bermain. Hal ini tentu saja akan menguras tenaga anak sewaktu Anda memberikan perintah. Untuk mengatasi hal ini adalah dengan memberikan kesempatan pada anak untuk beristirahat sejenak dan meminta mereka saat tenaganya sudah kembali pulih. Selain itu, mintalah dengan sopan, kondisi lelah pada anak akan membuat segala hal yang membebaninya menjadi sebuah tekanan untuk dirinya. Dengan meminta lewat cara yang sopan akan membuat tekanan dalam diri anak memudar dan membuat mereka lebih mungkin mau melakukan perintah Anda.

5. Bangun kedekatan emosi
Sebuah kedekatan emosi memiliki kekuatan untuk memahami sebuah perasaan. Ketika orangtua mampu memahami anaknya, maka mereka akan melihat bahwa kita memberikan perhatian, bukannya amarah dan perintah yang mendikte mereka. Dengan kedekatan emosi yang baik, mereka akan paham betapa Anda membutuhkan mereka dan ingin anak Anda memberikan bantuannya. Selain itu, kedekatan emosi akan membuat anak merasa dipedulikan dan diperhatikan. Untuk itu, jangan lupa tataplah mata anak dan letakan tangan Anda dibahunya sewaktu Anda ingin memberikan perintah pada mereka.

Anak tidak akan patuh pada Anda selaku orang tuanya jika Anda sendiri tidak dekat dengannya. Perkuat hubungan Anda dengan anak, perhatikan mereka dengan penuh kasih sayang dan cinta. Luangkan waktu untuk bersama-sama dengan mereka. Dengan begitu maka anak akan menghormati Anda selaku orang tuanya.

6. Introspeksi
Terkadang orangtua lupa bahwa mereka pun sebenarnya sering ingkar janji, entah pada lingkungan atau anak-anak mereka sendiri. Dari semua teori cara mendidik anak, introspeksi diri atau bercermin diri seringkali menjadi hal yang terabaikan. Bagaimana mungkin seorang anak mau mendengarkan perintah orangtua dan patuh pada semua perintahnya, jika orangtua mereka seringkali tidak tegas dan konsisten terhadap ucapannya. Apalagi diperparah dengan sikap orangtua yang seringkali memarahi anak-anaknya atas hal yang sebenarnya sering mereka lakukan sendiri. Untuk itu, penting sekali memperbaiki sikap dan perilaku sendiri sebagai orangtua sebelum mengajarkan anak tentang sesuatu hal.


Memiliki anak yang penurut dan patuh pada perintah orangtuanya tentu saja menjadi kebahagiaan yang tak ternilai. Tidaklah sulit untuk membuat mereka menghargai Anda, setelah Anda bisa menciptakannya sendiri. Dan cara diatas diharapkan mampu membantu Anda dalam mendidik buah hati Anda.

Bagikan :

You may also like...