6 Cara Menghindari Konflik Setelah Menikah

Bagikan :

konflik rumah tangga, cara menghindari konflik setelah menikah
6 Cara Menghindari Konflik Setelah MenikahBukanlah hal yang aneh jika kehidupan setelah menikah diwarnai cekcok, bertengkar, perang mulut, dan konfrontasi berkepanjangan karena dipicu suatu hal. Hal ini bisa terjadi karena salah satu pasangan cenderung mendominasi atau tak mau mengalah meskipun ada solusi perbaikan secara damai. Tulisanwanita.com menuliskan cara agar dapat menghindari konflik setiap hal kecil setelah menikah.

1. Tetapkan batas-batas Anda sangat jelas
Perselisihan setelah menikah bisa bertambah runyam jika kedua pasangan tak mau capek menelusuri penyebab dari masalah. Tetapkan batas-batas semua hal dengan jelas yang harus atau tidak harus Anda katakan atau lakukan dengan pasangan Anda. Misalnya, jika Anda mulai merasakan tanda-tanda akan terjadi perselisihan kecil, segera alihkan topik atau mintalah pasangan Anda untuk memberi solusi cepat untuk segera menangani masalah. Definisikan dengan jelas penyebab yang patut diselesaikan dengan kepala dingin.

2. Akui kesalahan Anda, bahkan jika Anda tidak salah
Pernikahan adalah semua tentang membuat kompromi. Mengakui kesalahan, meski jika Anda tidak salah adalah salah satu dari banyak kompromi yang harus siap Anda hadapi untuk menghindari perkelahian besar setelah menikah. Jika Anda berpikir bahwa pernikahan adalah prioritas utama Anda, maka Anda harus bisa melenyapkan ego dan berbesar hati untuk mengatakan maaf.

3. Pikirkan tentang dampaknya pada anak-anak
Anda mungkin berpikir bahwa konflik, perbedaan pendapat, dan perang mulut tidak akan didengar anak-anak Anda. Kenyataannya, anak-anak dapat dengan mudah merasakan ketidaknyamanan yang sedang terjadi diantara kedua orang tuanya. Ini dapat mempengaruhi kondisi mental mereka dan pendidikannya. Sebelum Anda berdua menyadari tanda-tanda akan terjadi konflik, berpikirlah bagaimana hal itu bisa berdampak kepada anak Anda. Jadikan anak-anak sebagai alasan untuk menangkal konflik dan perselisihan.

4. Ketahui apa yang disukai dan tidak sukai dengan sangat baik
Akar perkelahian umum diantara pasangan yang menikah biasanya bermuara pada masalah suka dan tidak suka satu sama lain. Suami mungkin terpancing amarahnya karena ia berpikir bahwa istri selalu melarang apa yang disukainya dan sebaliknya. Untuk menghindari pertengkaran tersebut, maka setiap pasangan harus bisa saling mengenal luar dalam dengan sangat baik. Sehingga Anda tidak saling memaksakan.

5. Lepaskan ego
Pasangan yang sudah menikah biasanya sering mempermasalahkan hal-hal sepele, karena mereka tidak bisa melepaskan ego dan kekakuan sifat mereka. Untuk menghindari konflik setelah menikah, maka belajarlah untuk melepaskan ego dan selalu bisa berpikiran terbuka.

6. Ingatlah kenangan-kenangan indah masa lalu
Sering bertengkar biasanya juga dipicu karena kedua pasangan merasakan kebosanan dan berada pada titik jenuh. Jika sudah mulai muncul percikan api konflik, cobalah ingatkan kembali kenangan indah saat pertama Anda bertemu dengan pasangan Anda. Meskipun terkadang Anda berdua masih terbawa emosi, namun setidaknya hal ini akan membuat kemesraan dan kehangatan kasih sayang yang dulu pernah Anda lewati, akan kembali hadir saat ini, meskipun usia pernikahan yang Anda lewati berdua sudah berjalan lama.


Loading...
Bagikan :

You may also like...