7 Hal yang Merusak Pernikahan Bahagia

Bagikan :

pernikahan bahagia, hal yang merusak pernikahan, faktor yang menghancurkan pernikahan
7 Hal yang Merusak Pernikahan BahagiaDibutuhkan banyak usaha, waktu, dan dedikasi cukup panjang menuju pernikahan bahagia. Tidak peduli seberapa kuat cinta antara pasangan, atau seberapa besar komitmen mereka satu sama lain, ada beberapa hal yang dapat merusak perkawinan yang indah. Apakah Anda ingin tahu apa saja? Baca terus.

1. Seks
Kurangnya seks yang berkualitas dapat menghambat kehidupan pernikahan Anda. Jika pasangan tidak berbagi keintiman atau memiliki kehidupan seks yang baik, ketidakpuasan, frustrasi dan ketidakbahagiaan akan menetap dalam hidup mereka cepat atau lambat. Cara terbaik adalah untuk bereksperimen dengan ide-ide seksual yang berbeda dan membumbui kehidupan seks Anda.

2. Perbandingan
Suka membandingkan hidup Anda dengan orang lain tidak akan membantu Anda menjalani kehidupan bahagia. Dan jika istri atau suami terus membicarakan tentang pria atau wanita lain yang lebih baik, maka tak lama lagi pernikahan itu pasti akan menuju keretakan.

3. Kondisi finansial
Kondisi finansial buruk dan krisis keuangan yang melilit sebuah rumah tangga juga dapat menyebabkan pernikahan goyah. Jaman sekarang, bila tidak punya uang untuk membeli pakaian, atau untuk membayar tagihan, argumen antara pasangan tak terelakkan. Anda harus benar-benar merencanakan pendapatan dan pengeluaran dengan baik agar biduk rumah tangga berjalan lancar.


4. Ego
Yang satu ini telah dikenal sebagai pemicu rusaknya persahabatan, pernikahan, dan kehidupan cinta. Ketika Anda mementingkan ego Anda daripada pasangan Anda, hubungan akan merusak.

5. Rahasia
Ketika ada rahasia dalam suatu hubungan, itu berarti membiasakan kebohongan menjadi bagian dari pernikahan, hubungan pasti akan tidak berhasil. Kejujuran dan keterusterangan adalah apa yang membuat perkawinan awet.

6. Dipengaruhi pihak luar
Jika Anda terus-menerus diberitahu oleh orang luar seperti, ‘suamimu tidak mampu beli mobil?’, atau ‘rumah tanggamu kok kelihatannya sangat membosankan sekali?’, maka yang terbaik bagi Anda adalah hindari saja orang-orang negatif seperti itu. Semakin banyak pengaruh atau gangguan untuk perkawinan Anda, maka lebih tinggi kemungkinan Anda menuntut sesuatu yang belum bisa diwujudkan suami Anda.

7. Kebosanan
Dari waktu ke waktu, sebagai pasangan suami-istri Anda perlu mengambil istirahat dari kehidupan rutinitas normal. Mengatur sebuah pesta syukuran ulang tahun perkawinan atau pergi berlibur ke sebuah resor dan meremajakan diri. Ketika terjadi kebosanan dalam pernikahan Anda, maka tidak ada kegembiraan atau antusiasme lagi untuk mempertahankan komitmen. Dan, cepat atau lambat pernikahan bisa pecah. Kebosanan juga bisa menjadi faktor pemicu perselingkuhan.

Bagikan :

You may also like...