Mengapa Cinta Saat Pandangan Pertama Tidak Selalu Baik

Bagikan :

cinta pada pandangan pertama, naksir

Mengapa Cinta Saat Pandangan Pertama Tidak Selalu BaikSeringkali terjadi, kita melihat orang di tempat yang ramai, bertukar senyum atau saling menatap, berkenalan, dan lantas jatuh cinta. Apakah ia mungkin sangat tampan, dan juga mungkin sangat menyenangkan dalam beberapa interaksi pertama yang Anda lakukan dengan dia. Tapi ada lebih banyak pertimbangan yang harus diputuskan seseorang dari pertemuan pertama. Cinta pada pandangan pertama tampaknya seperti kisah cinta yang indah ketika kita menonton itu terjadi di film-film atau ketika membaca dongeng, tetapi kenyataannya memberi kita banyak alasan untuk memahami mengapa hal itu mungkin tidak selalu baik saat dijalani. Artikel berikut menuliskan 5 alasan mengapa cinta pada pandangan pertama mungkin tidak selalu bekerja baik.

1. Hanya naksir
Saat Anda tertarik pada seseorang hanya karena wajahnya atau cara dia berpakaian dan membawa diri, maka yang Anda rasakan hanyalah perasaan naksir. Cinta sejati sangat berbeda dari rasa naksir biasa. Cinta berarti bahwa Anda tahu pribadi seseorang luar-dalam : sisi buruk dan sisi baik. Sementara perasaan naksir muncul karena Anda tertarik pada fisik dan pembawaan luar seseorang. Cinta memerlukan waktu untuk muncul dan tidak bisa terjadi hanya dalam waktu sekejap saat kita berjumpa seseorang untuk pertama kali.

2. Membatasi makna cinta
Cinta terbaik yang bisa dimiliki seseorang adalah bisa tumbuh secara bertahap. Jika Anda melihat seseorang dan “mencintai” dia seketika, itu berarti Anda menipu diri dengan mengatakan bahwa Anda telah terbang ke awan padahal Anda belum bisa belajar terbang. Cinta sejati muncul saat Anda menyediakan waktu untuk mengenal seseorang lebih baik, sekalipun Anda melihat sisi buruknya, perasaan cinta Anda padanya semakin bertumbuh dari hari ke hari. Ibarat seseorang mendaki sebuah gunung tinggi dan mencapai puncak secara bertahap.

3. Perasaan ini hanya sementara
Cinta sejati adalah perasaan yang terukir di pikran dan hati Anda, dan tetap selalu ada selamanya. Jika Anda melabeli sebuah perasaan tertarik yang muncul seketika sebagai “cinta”, maka Anda membatasi perasaan Anda hanya pada momen itu. Selanjutnya perasaan yang Anda sebut sebagai cinta pada pandangan pertama itu akan lenyap dan berakhir begitu saja saat Anda merasa bosan terhadapnya.

4. Tidak realistis
Cinta harus memiliki rasa persahabatan, yang terjadi saat Anda bersama dengan pasangan melewati pahit-manis kehidupan. Anda tidak bisa menilai dengan waktu singkat jika seseorang yang Anda sukai memiliki keberanian, kekuatan, kehendak, dan kesabaran untuk tetap di samping Anda dalam menghadapi perjuangan hidup. Anda perlu bersikap realistis dan memberikan waktu sebelum cinta, tanggung jawab dan persahabatan bisa tumbuh bersama dan mekar pada waktunya.

5. Beresiko
Bagaimana Anda tahu bila saat Anda jatuh cinta pada pandangan pertama dengan seseorang, dia sebenarnya tidak memberikan hatinya untuk Anda? Bagaimana Anda tahu kalau dia masih single, atau apakah dia siap untuk menjalin sebuah hubungan? Anda tidak bisa merasa yakin jika seseorang menginginkan Anda sampai Anda mengenal dia lebih baik. Jadi merupakan sebuah hal beresiko untuk memberikan hati Anda kepada seseorang yang baru Anda temui berdasarkan sebuah asumsi acak yang timbul dari imajinasi Anda.

Persoalan yang berkaitan dengan hati dan perasaan, kadang-kadang merupakan sebuah hal yang bijaksana bila kita memakai pikiran jernih untuk menyelesaikannya. Biarkan logika Anda yang berbicara karena tidak ada untungnya bila kita jatuh cinta secara gegabah dan menyesali hidup kita nantinya. Lebih baik bersikap tenang, nikmati, penuh pertimbangan dan bijaksana sehingga Anda bisa menikmati cinta yang pasti daripada bersikap impulsif dan ceroboh yang akhirnya membuat Anda menderita.

Bagikan :

You may also like...