6 Hal Wajib Kamu Pertimbangkan Kalau Mau Menikah Beda Agama

pernikahan beda agama, solusi pernikahan beda agama, pernikahan beda agama di bali, pernikahan beda agama menurut islam, biro jasa nikah beda agama, lembaga pernikahan beda agama, nikah beda agama community, pengalaman menikah beda agama, icrp nikah beda agama

Pacaran beda agama bukanlah sesuatu yang mudah di Indonesia, apalagi jika dibawa ke jenjang yang lebih serius. Keluarga, teman, bahkan tetangga pasti akan ikut campur dalam hubungan asmaramu.


Tetapi mau bagaimana lagi? Kalau cinta sudah melekat pada satu orang, sulit rasanya untuk lepas dari orang tersebut. Berbagai halangan dan rintangan pun siap dihadapi asalkan keduanya bisa dipersatukan dalam ikatan pernikahan.


Sebelum melangkah lebih jauh, coba timbang-timbang dampak yang akan dirasakan saat menikah dengan orang yang berbeda keyakinan. Jangan pula karena omongan orang lain, rumah tangga jadi berantakan nantinya. Apa saja yang harus dipertimbangkan? Bagi kamu yang mau menikah beda agama, sebaiknya pertimbangkan enam hal berikut ini.

1. Keluarga
Apakah keluarga setuju jika kamu menikah dengan si dia? Restu dari keluarga begitu penting, terutama orangtua karena tanpa restu mereka, bahtera rumah tangga kamu menjadi lebih mudah goyah.


Sebelum melangkah lebih jauh, coba diskusikan hubunganmu dan pasangan kepada orangtua masing-masing. Apabila orangtua memberi lampu hijau terhadap perbedaan ini, baguslah! Karena kamu dan pasangan sudah dapat memikirkan konsep pernikahan yang diinginkan.

2. Masyarakat
Pernikahan beda agama sulit diterima oleh masyarakat di Indonesia. Masyarakat mengharapkan agar salah satu pihak mengalah, sehingga keduanya memiliki agama yang sama setelah menikah nanti.


Kalau tidak, kamu dan pasangan harus siap dengan segala gunjingan yang kurang mengenakkan dari para tetangga. Daripada diomongin terus-menerus, lebih baik pindah rumah saja.


Cari tempat tinggal yang diisi oleh masyarakat yang open minded (berpikiran terbuka) dan tidak terlalu memusingkan perbedaan agama seperti ini. Lakukan survei terlebih dahulu agar tidak salah memilih tempat tinggal baru.

Baca juga :  6 Cara Membangun Kedekatan dengan Atasan Anda

3. Lokasi pernikahan
Pernikahan beda agama boleh dilangsungkan di Indonesia, tetapi hanya dibeberapa tempat saja, seperti Bali. Namun itu pun tidak akan tercatat secara sah oleh negara. Tetapi tetap saja masih terasa janggal karena peristiwa ini masih hal tabu di Indonesia.


Maka jalan satu-satunya adalah melangsungkan pernikahan di luar negeri dengan bujet yang super fantastis. Ada biaya transportasi, penginapan, resepsi, fotografer, mekap, sewa gaun pengantin, sewa gedung dan masih banyak lagi yang perlu diperhitungkan.


Selain itu, kamu juga harus bolak-balik melakukan survei tempat agar prosesi pernikahan berjalan lancar. Beruntunglah jika kamu atau pasangan punya keluarga, teman atau kerabat di luar negeri sehingga mereka dapat sedikit membantu mengurusi pernikahan ini.

4. Toleransi
Setelah menikah nanti, kamu dan pasangan hidup dengan aturan agama yang berbeda-beda. Jika tidak disikapi dengan toleransi yang tinggi, pasti akan muncul pertengkaran karena salah satu pihak sulit memahami pihak yang lain.


Toleransi ini dibutuhkan dalam segala aktivitas setiap hari, baik itu di pagi hari saat berdoa, makan hingga saat merayakan hari besar agama masing-masing. Dengan toleransi tinggi, yakinlah bahtera rumah tangga tetap bertahan sampai maut memisahkan.

5. Beribadah
Baik kamu maupun pasangan, harus menjalankan tata tertib ibadah masing-masing sesuai agama yang dianut. Pada awalnya pasti merasa janggal dan kurang enak, apalagi jika salah satu pihak beribadah dalam waktu yang lumayan lama. Tetapi lama-kelamaan pasti merasa biasa saja, apalagi jika kamu mau memahami pasangan.


Jika kamu termasuk orang yang sulit menerima perbedaan dalam hal beribadah seperti ini, sebaiknya jangan menikah dengan orang yang berbeda agama. Bukannya harmonis, keluarga bakal ditimpa oleh berbagai malapetaka karena kamu sulit menerima perbedaan.

Baca juga :  5 Alasan Mengapa Membalas Berselingkuh adalah Ide Buruk

6. Nasib anak
Poin terakhir yang tidak kalah krusial adalah anak. Ketika tumbuh dewasa nanti, anak akan dihadapkan pada pilihan sulit. Apakah ingin ikut agama ayah atau ibunya.


Selaku orangtua, kamu dan pasangan harus memberi kebebasan penuh terhadap agama yang akan dianut oleh anak. Hindari segala jenis hasutan atau ajakan untuk memilih agama yang satu atau yang lain.


Biarkan anak menentukan pilihannya sendiri. Apapun keputusan anak nanti, kamu dan pasangan harus terima dengan lapang dada tanpa adanya sikap segan atau sakit hati.


Siapkah kamu dengan segala konsekuensinya? Memutuskan menikah beda agama membutuhkan banyak pertimbangan agar pernikahan tersebut bisa awet walaupun banyak aral yang melintang. Langsungkan pernikahan jika kamu sudah siap menerima segala konsekuensi yang disebutkan di atas. Jika tidak, lebih baik segera berpisah karena kamu dan pasangan tidak akan dapat dipersatukan.


You may also like...