5 Hal Ini Bakal Kamu Temui Saat Pacaran Beda Keyakinan

pacaran beda agama, pacaran beda agama menurut kristen, kisah pacaran beda agama, pacaran beda agama quotes, pacaran beda agama menurut katolik, pacaran beda agama kaskus, tips pacaran beda agama agar direstui, menikah beda agama, artis pacaran beda agama

Tak ada yang tahu pasti datangnya cinta. Ia bisa datang menghampiri hati kita kapan saja, dimana saja, dan pada siapa saja. Bahkan terkadang pada orang-orang yang kita anggap “berbeda”, yaitu orang yang sebenarnya sulit untuk kita miliki. Misalnya, mereka yang beda keyakinan dengan kita.


Apakah pacaran berbeda keyakinan itu salah? Tulisan ini tidak akan membahas tentang apa yang benar dan apa yang salah, karena setiap orang memiliki sisi pemahaman yang berbeda-beda. Namun yang jelas, layaknya semua hal di dunia ini, pacaran beda agama bukan hanya memiliki sisi positif, tapi juga sisi negatif. Dengan mempertimbangkan secara matang baik dan buruk suatu hal merupakan sesuatu yang wajib dilakukan sebelum kita membuat sebuah keputusan, apalagi keputusan besar seperti berpacaran.


Maka jika saat ini kamu sedang menjalin hubungan beda agama atau berniat melakukannya, ada baiknya pastikan bahwa kamu benar-benar siap mempertimbangkan lima hal berikut.

1. Terbentur restu dari keluarga
Wajar, orangtua dan keluarga besarmu mungkin ingin agar kamu mendapat pasangan yang seiman denganmu. Hal itu bukan berarti keluargamu membenci orang-orang dari agama lain, tapi semata-mata karena mereka menganggap itulah yang terbaik untukmu. Jadi jika kamu tetap nekat pacaran beda agama, bisa jadi keluargamu atau keluarga pacarmu tidak akan merestui.


Apakah kamu siap menghadapi kemungkinan tersebut? Entah dengan cara halus ataupun keras, keluargamu mungkin akan menyuruhmu untuk memutuskan hubungan dengan pacarmu. Jika sudah begitu, pilihanmu cuma dua : mengikuti perintah mereka dan memutuskan pacarmu atau berupaya sekuat tenaga agar keluargamu akhirnya bisa memberi restu.


Pilihan mana yang terbaik? Kedua pilihan sama-sama memiliki sisi positif dan negatif, jadi kamu wajib memikirkannya matang-matang sebelum mengambil keputusan. Diskusikan juga hal itu dengan pacarmu. Ingat, tidak ada pilihan yang bebas dari konsekuensi, jadi kalian harus sama-sama siap menanggung akibat apapun yang muncul dari pilihan kalian.

Baca juga :  Makan Pelan-Pelan Ternyata Penting!Ini 5 Alasannya

2. Tekanan juga bisa datang dari orang-orang di sekitarmu
Orang-orang yang berpengaruh dalam kehidupanmu dan pacarmu tentu bukan cuma keluarga. Kalian juga punya teman-teman, tetangga, dan orang-orang lain di lingkungan kalian. Ada kemungkinan mereka akan memberi komentar miring soal hubungan kalian yang berstatus beda agama.


Di zaman modern ini sudah banyak orang yang memiliki pikiran terbuka sehingga mereka mungkin tidak akan mempermasalahkan hal itu. Bisa jadi mereka justru mendukung hubungan kalian. Tapi tidak sedikit pula orang-orang yang mungkin akan nyinyir dan berkomentar negatif soal hubungan kalian, bahkan menyarankan agar kalian putus.


Kamu mungkin berpikir, “Ya cuekin aja orang-orang kayak gitu!”. Mengatakannya memang gampang, tapi melakukannya tidak semudah itu. Sebuah komentar negatif bisa sangat menyakitkan hati dan membuat stres. Kalaupun kamu kuat menghadapinya, apakah pacarmu sama kuatnya denganmu? Jangan egois, pikirkan juga perasaan pacarmu lalu putuskanlah apa yang terbaik bagi kamu dan dia.

3. Ada perasaan bersalah
Sekali lagi, perkara apakah berpacaran beda agama itu benar atau salah sangat bergantung pada pemahaman kita masing-masing. Namun jika orang-orang terdekatmu merasa bahwa itu adalah hal yang salah, mereka bisa jadi merasa sedih dan kecewa jika kamu melakukannya. Mereka mungkin berpikir, kecil dibesarkan, sudah besar tidak patuh. Akhirnya, perasaan bersalah pun timbul di benakmu.


Perasaan bersalah bukanlah sesuatu yang mudah ditanggung. Itu tidak berarti kamu jadi harus putus, tapi kalau kamu ingin melanjutkan hubungan, pastikan bahwa kamu siap menghadapi perasaan tersebut. Begitu juga dengan pacarmu. Jangan sampai kalian memaksakan diri untuk menghadapi sesuatu yang tidak sanggup kalian tanggung.

4. Tak bisa beribadah bersama pacar
Baik kamu maupun pacarmu, harus menjalankan tata tertib ibadah masing-masing sesuai agama yang dianut. Hubungan pacaran akan lebih menyenangkan jika kita bisa melakukan banyak hal bersama, salah satunya adalah beribadah bersama. Namun jika pacarmu berbeda keyakinan denganmu, kamu tentu tidak bisa melakukannya. Yang bisa kalian lakukan mungkin hanya merayakan hari raya bersama setahun sekali.

Baca juga :  8 Cara Mengetahui Karakter Pria Buaya Darat


Sekilas, hal itu kedengarannya bukan sebuah masalah besar. Tapi sewaktu-waktu dalam hatimu bisa muncul keinginan untuk beribadah bersama dengan pacar, yang sayangnya tidak bisa diwujudkan. Apakah kamu tahan menghadapi perasaan itu? Dan bagaimana dengan pacarmu? Renungkanlah baik-baik, supaya itu tidak menjadi beban pikiran bagi kalian.

5. Ada dorongan pindah agama
Akhirnya, karena mengalami semua hal di atas, kemungkinan besar kamu akan mulai membayangkan betapa bahagianya kamu dan pacarmu seandainya kalian bisa seiman. Mungkin kamu bertanya-tanya apakah pacarmu mau pindah keyakinan sama denganmu. Atau sebaliknya, justru kamu yang mulai berpikir : Apa aku saja ya yang pindah agama?


Pemikiran seperti itu sebenarnya sah-sah saja. Tidak ada salahnya mempelajari sebuah keyakinan baru dan membandingkannya dengan keyakinanmu yang sekarang. Justru hal itu bagus, karena itu berarti kamu ingin memeluk agama yang benar-benar kamu yakini, bukan semata-mata karena paksaan orang tua dan keluargamu menganut agama tersebut.


Tapi hati-hati, kamu harus bisa memisahkan antara rasa cintamu pada pacar dengan keinginan untuk mempelajari keyakinan baru. Jika kamu memilih pindah agama karena benar-benar yakin, itu bagus. Tapi jangan pindah agama hanya demi menyenangkan pacarmu karena hal itu tidak akan bermanfaat bagimu ataupun baginya.


Pacaran beda agama memang bisa memberimu banyak pelajaran, namun itu juga bisa membuatmu mengalami sejumlah dampak kurang menyenangkan. Pertimbangkan dengan baik segala konsekuensi yang mungkin kalian rasakan, supaya kalian bisa membuat keputusan yang terbaik dan tidak menyesalinya di kemudian hari.


You may also like...