6 Faktor Penyebab Anak Berani Melawan Orangtua

Bagikan :

anak melawan orangtua, penyebab anak melawan orangtua
6 Faktor Penyebab Anak Berani Melawan OrangtuaSebagai orang tua, tugas dan tanggung jawab Anda tentu saja semakin bertambah hari demi hari. Berdua dengan suami, bekerjasama bahu membahu untuk mendidik anak-anak Anda, supaya mereka dapat tumbuh menjadi orang-orang yang kelak dapat berguna bagi diri sendiri dan orang lain di sekitarnya. Namun ironisnya, harapan demi harapan tersebut seakan-akan hanyalah angan-angan belaka, kenyataannya dalam kehidupan sehari-hari masih sering dijumpai kasus di mana seorang anak berani melawan orang tuanya, bahkan tak jarang ada seorang anak yang tega menyakiti orang tuanya secara fisik. Anak jaman sekarang cenderung memiliki kelemahan dalam sisi moralitas terhadap orangtua dan guru. Mengapa hal demikian bisa terjadi? Tulisanwanita.com menuliskan 6 Penyebab Anak Berani Melawan Orangtua. Baca terus.

Seorang psikolog anak Seto Mulyadi memaparkan, jangan salahkan anak-anak Anda bila tiba-tiba mereka berani melawan Anda atau tidak mau menuruti nasehat Anda. Perlu Anda ketahui dan telusuri sendiri, hal ini mungkin terjadi disebabkan karena ada rasa ketidakpuasan di dalam hati mereka, bagaimana pola Anda mengasuh, atau karena kurangnya perhatian dari Anda. Oleh karena itu, bila ada di antara Anda yang saat ini sedang menghadapi pemberontakan anak Anda, daripada Anda terus-menerus bermusuhan dengan mereka, berikut ini ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui mengenai faktor penyebab mengapa anak tiba-tiba berubah menjadi pemberontak dan berani melawan orang tua.

1. Sikap otoriter dari orang tua
Orang tua yang otoriter sangat mempengaruhi kepribadian sang anak, karena tekanan demi tekanan yang dirasakan, lama kelamaan akan membuat anak harus berani mengambil sikap, apakah akan tetap mematuhi orang tuanya atau harus menuruti kata hatinya. Berusahalah untuk tidak menjadi orang tua yang demikian, Anda boleh mengajarkan disiplin serta ketegasan kepada anak Anda, tetapi tetaplah fleksibel dalam proses penerapannya. Jadilah orangtua yang dihormati anak karena kebijaksanaan Anda, bukan karena kerasnya Anda saat marah dalam mendidik mereka.

2. Menyuruh anak di saat yang tidak tepat
Ketika Anda ingin menyuruh anak Anda untuk melakukan sesuatu, sedangkan dia sedang asyik dengan kegiatannya, biasanya anak akan enggan untuk mematuhi perintah dari orang tuanya karena dirinya merasa terganggu. Bila sudah demikian hindari untuk memaksanya, selama Anda tetap bisa melakukannya seorang diri, maka kerjakan. Namun, bila hal tersebut sangat mendesak dan Anda betul-betul membutuhkan bantuan darinya, maka usahakanlah untuk menyampaikannya dengan cara yang baik, beri dia pemahaman bahwa bantuan dari dia sangat Anda perlukan. Dengan demikian, mereka akan merasa dibutuhkan meskipun merasa terganggu anak Anda akan sadar karena itu adalah bagian dari tanggung jawabnya.

3. Orang tua tidak bisa memenuhi keinginan si anak
Bila orang tua tidak bisa memenuhi keinginan anaknya, sebagai bentuk protes biasanya mereka akan menunjukkan sisi keras kepalanya. Contohnya, dia tiba-tiba menangis keras saat Anda mengajaknya belanja di mall karena minta mainan tak dituruti, tak mau sekolah, mogok makan, dsb. Semua itu mereka lakukan dengan harapan keinginannya dapat dipenuhi atau sekadar ingin mendapatkan perhatian dari orang tuanya.

4. Anak dibiarkan tumbuh hingga mengalami krisis keteladanan
Biasanya terjadi ketika orang tua terlalu sibuk dengan dirinya sendiri, bisa dikarenakan masalah pekerjaan atau karena benar-benar sudah tidak peduli lagi dengan keluarganya. Ketahuilah, bahwa anak-anak sangat mendambakan didikan serta teladan dari orang tuanya. Namun, bila di dalam keluarganya peran orang tua sudah tidak lagi berfungsi, maka jangan heran bila mereka berani melawan Anda. Mereka akhirnya mencari sendiri jati diri mereka di luar rumah. Akibatnya, banyak anak yang sikapnya berubah menjadi liar dan urakan karena kurangnya kasih sayang di dalam rumah.

5. Pengaruh lingkungan sekitar dan pertemanan
Lingkungan dimana keluarga Anda tinggal juga sangat mempengaruhi perkembangan kepribadian anak Anda. Kawan-kawan bermainnya juga turut andil dalam proses pembentukan jati diri mereka. Oleh karena itu, bila lingkungan tempat tinggal Anda buruk, maka jangan heran bila tiba-tiba anak Anda mulai berani mengucapkan sumpah serapah dan kata-kata kotor.

6. Mencontoh perilaku orang tuanya sendiri
Anak adalah seorang peniru sejati, mereka akan meniru apa saja yang dilihat dan didengarnya. Bila Anda sudah mendapati anak Anda berani melawan orangtuanya, maka introspeksilah diri, tanyalah pada diri Anda apakah selama ini Anda telah menunjukkan teladan yang baik kepada mereka atau justru sebaliknya. Awasilah juga tontonan yang dilihatnya di TV. Bila Anda mengharapkan memiliki anak-anak yang patuh, maka berikanlah mereka teladan, hentikan segera pertengkaran-pertengkaran dengan pasangan Anda dan jangan pernah mengulanginya lagi. Bentuklah sikap yang positif pada anak Anda sejak mereka masih kecil, tanamkan nilai-nilai agama dan budi pekerti. Sehingga ketika nanti beranjak dewasa mereka akan segan untuk memberontak ataupun melawan Anda.


Loading...
Bagikan :

You may also like...